Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Memperbaiki Ka'bah

Suatu hari, masyarakat Qurays ingin memperbaiki Ka'bah. Perundingan diantara pemimpin suku Qurays berkisar bagaimana pembangunan Ka'bah harus dimulai. Para pemimpin suku tersebut meskipun sepakat memperbaiki Ka'bah, tetapi masing masing mempunyai ketakutan apakah Allah berkenan dengan upaya perbaikan itu. Sudah banyak keajaiban Ka'bah dalam catatan mereka, yang menunjukkan bahwa Ka'bah tidak bisa diperlakukan sembarangan. Sangat sulit harus menentukan dimulai dimana, bagaimana, dan siapa yang harus mengawali mengambil inisiatif memperbaiki Ka'bah.

Pada saat kata sepakat belum diketemukan, muncul ular yang cukup besar dari bawah pondasi salah satu sudut Ka'bah, yang bila didekati ular tersebut langsung mengangkat kepala siap melakukan serangan. Telah beberapa hari ular tersebut berada disitu sehingga tidak ada yang berani mendekati Ka'bah. Suatu saat tiba tiba muncul elang yang cukup besar yang menyambàr ular tersebut, dan dibawa terbang jauh, dan kemudian tidak muncul lagi. Kaum Qurays memandang periatiwa itu sebagai pertanda bahwa Allah pemilik rumah merestui maksud kaum Qurays untuk memperbaiki Ka'bah.

Walid, pemimpin suku Makhzum mengambil inisiatif untuk merobohkan tembok Ka'bah yang sudah mulai rusak. Ketika kaum Qurays melihat tidak terjadi yang mencelakakan Walid, maka mereka bersepakat membagi tanggung jawab dengan masing masing kabilah bertanggung jawab merobohkan satu dinding. Ada empat kabilah yang kemudian beramai ramai mulai meruntuhkan tembok Ka'bah, sehingga kemudian tinggal pondasi Ka'bah. Kaum Quraus tidak berani mengungkit pondasi Ka'bah, karena ketika dicoba untuk mengungkitnya terjadi gempa diseluruh Mekkah, sehingga mereka kemudian memutuskan membiarkan fondasi tersebut apa adanya.

Ketika mereka memeriksa pondasi Ka'bah, ternyata ada tulisan berbahasa sudah sangat tua, yaitu bahasa Suryani. Kebetulan ada orang yahudi yang lewat di dekat Ka'bah yang mengerti bahasa Suryani itu, kemudian membacakan artinya " Aku adalah Tuhan, Pemilik Ka'bah. Aku ciptakan ia pada hari kuciptakan langit dan bumi, ketika kuciptakan matahari dan bulan, serta Kutempatkan disekelilingnya tujuh malaikat yang suci. Ka'bah akan tetap berdiri selama dua bukit disekitarnya berdiri, berkah bagi penduduk disekitarnya dengan susu dan air ".

Tulisan lainnya ditemukan di dalam maqam Ibrahim, yang secara tidak diketahui terdapat batu yang mempunyai bekas telapak kaki Ibrahim. Tulisan tersebut berbunyi " Ka'bah adalah rumah Tuhan yang suci. Peziarahnya datang dari tiga penjuru. Jangan biarkan kaumnya menjadi orang pertama yang mencemari ".


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Posting Komentar untuk "Memperbaiki Ka'bah"

Berlangganan via Email