Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Defisit beras di NTT meningkat tiap tahun.



Tahun 2011, NTT defisit beras 100rb ton/tahun
Tahun 2017, NTT defisit beras 150rb ton/tahun

Dalam jangka 5 tahun terjadi peningkatan defisit 50rb ton, atau rata2 meningkat tiap tahun sebesar 10rb ton /tahun. Artinya laju pertumbuhan penduduk (yg berimbas pd angka kebutuhan  beras) msh lbh cepat dari angka perluasan sawah (dikurangi laju alih fungsi lahan) dan produktivitas padi.

Ada 2 hal agar kita bisa menekan defisit beras:
1. Mengganti (atau mengurangi konsumsi) bahan pokok beras (jagung, sorghum, ubi, dsb).
2. Meningkatkan produksi dan produktivitas lahan sawah.

Apa pentingnya berdaulat pangan?

Ibarat sebuah keluarga, masih blm bisa masak sendiri. Tiap kali makan harus ke warung. Jika satu waktu warung tutup maka harus cari warung lain. Harga brp pun mau tdk mau harus beli. Ketika tdk ada warung yg buka, maka semua anggota keluarga pun akan berebut makanan yg tersisa.

Berdaulat pangan spt keluarga  yg bisa masak sendiri. Mereka bebas menentukan mau menu apa dan mau makan kapan.

Posting Komentar untuk "Defisit beras di NTT meningkat tiap tahun."

Berlangganan via Email