Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dam Pondok Waluh (7.263 Ha) dibangun dengan darah dan air mata para pekerja paksa


Partisipasi P3A dalam membersihkan sedimen

Dam Pondok Waluh dibangun pada tahun 1902, dengan darah dan air mata para pekerja paksa. Mereka banyak didatangkan dari Trenggalek dan Bali. Jika malam datang, mereka kembali dibelenggu dan diseret ke tahanan, yang sekarang menjadi Mesjid Kerangkengan. Tidak jauh dari dari situ, terdapat Makam Nggalek. Mungkin itu juga termasuk kuburan bagi mereka yang meninggal, entah karena kelaparan atau korban aniaya tentara belanda. 


Kini, masyarakat di sekitar dam masih tetap hidup rukun, meskipun majemuk. Beberapa adalah dari keturunan para pekerja paksa. Tiap tahun (sekitar bulan oktober) menggelar tradisi syukuran lintas agama, yaitu Islam dan Hindu. 




Cukupkah darah dan air mata mereka menjadi penyulut api semangat kita untuk terus mendayagunakan dam bagi kesejahteraan masyarakat?

Posting Komentar untuk "Dam Pondok Waluh (7.263 Ha) dibangun dengan darah dan air mata para pekerja paksa"