Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pemimpin yang amanah



"Kita sudah dapatkan hasil dari pembicaraan ini, adakah yg ingin kau bahas lagi?" Kata Sayidina Umar menutup pembicaraan.
"Masih ada satu lagi, tapi ini masalah keluarga. Bukan masalah negara seperti di awal tadi, wahai khalifah" jawab seorang tamu Sayidina Umar yang datang dalam gelapnya malam.
"Baiklah, tunggu sebentar." Umar bergegas mengambil sesuatu, yang ternyata lampu tempel yg kecil. Setelah menyalakan lampu kecil itu, beliau segera mematikan lampu yg besar. Wal hasil, suasana menjadi temaram.

"Wahai khalifah Umar, mengapa Anda mengganti lampu yg terang tadi dengan lampu kecil dan redup ini?" Sang tamu bertanya keheranan.

"Tadi kita membahas masalah negara, jadi aku pakai fasilitas negara. Ketahuilah.. Nyala lampu itu dari minyak yg tiap tetesnya adalah tetesan keringat rakyat. Sekarang kita kan mau membicarakan masalah keluarga, jadi aku pakai lampu ku sendiri. "

Cerita ini aku baca waktu SD, di majalah Kuncup. Sampai sekarang msh terngiang2, hingga aku menulisnya kembali malam ini. 

Tidak perlu mengharap datangnya seorang pemimpin yg amanah, kalau kita sendiri tidak amanah. Karena pemimpin datang dari kalangan kita juga, bukan dari planet lain. 

Ketika kita masih bangga jika anak bisa menerobos (memotong) antrian, atau nyogok agar anak keterima di sekolah favorit, berarti kita blm pantas mengharap datangnya pemimpin yg adil.
*ketimbang menyalahkan pemimpin terus.. :-D

Selamat ber malam minggu..

Posting Komentar untuk "Pemimpin yang amanah"

Berlangganan via Email