Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Duka untuk NTT yang terdampak bencana siklon tropis seroja ( dan sebuah refleksi)

Suasana duka masih menyelimuti Bumi Flobamora. Siklon tropis Seroja melanda wilayah NTT. Daerah terparah yaitu Flores Timur, Lembata, Alor, hingga wilayah Sumba. Daerah NTT lain juga terdampak tidak langsung namun juga menimbulkan kerusakan baik rumah maupun fasilitas umum. Di wilayah terdampak parah, duka mendalam tidak hanya bagi para korban meninggal dan luka-luka, namun juga yang telah kehilangan anggota keluarganya. Mereka terus berdoa agar terjadi mu’jizat, anggota keluarga mereka bisa ditemukan dalam keadaan selamat. 


Upaya pemerintah setempat sangat tepat, yaitu lebih memprioritaskan pencarian para korban yang hilang. Ditengah medan yang sangat sulit dan beresiko mereka berjibaku. Bantuan makanan dan pakaian terkendala rusaknya jalan dan jembatan. Sementara bantuan dari kapal laut yang membawa alat berat masih belum bisa merapat karena ombak yang masih menggeliat. Saya berdoa yang terbaik untuk semua warga terdampak dan para sukarelawan serta para petugas, semoga Allah menguatkan jiwa dan raga mereka.


Menurut Ketua BMKG, Dwi Korinawati, siklon tropis seroja telah bergerak menjauh dari NTT menuju ke arah barat daya. Siklon tropis terjadi akibat suhu permukaan air laut meningkat drastis. Diduga kuat ini adalah dampak pemanasan global. Menurut beliau, siklon tropis biasanya terjadi di wilayah laut, namun kali ini terjadi hingga daratan, atau setidaknya berimbas ke daratan.


Pemanasan global terbukti sudah berdampak sangat buruk terhadap bagi peri kehidupan umat manusia. Jika mengejar pertumbuhan ekonomi sehingga mengabaikan kelestarian lingkungan, ini benar-benar sebuah kesesatan yang nyata. Hasil dari pertumbuhan ekonomi itu tidak sebanding dengan kerusakan peri kehidupan akibat bencana, apalagi jika timbul korban jiwa. Tidak ada kesejahteraan yang tumbuh diatas pondasi yang rapuh, yang setiap saat bisa meluluh-lantakkan kehidupan. 


Menjelang hari bumi, 22 April,  saya berharap agar semua target-target pertumbuhan ekonomi ditinjau kembai. Pembalakan dan penambangan liar ditindak. Rencana eksploitasi hutan dan penggunaan tata guna lahan dievaluasi. Wilayah dengan topografi ekstrim harus mendapat perhatian khusus. 


Segala nafsu angkara murka harus dihentikan. Sekecil apapun potensi alam bisa mencukupi kalau di kelola baik. Tapi sebesar apapun kekayaan alam tak akan pernah cukup bagi seorang anak adam yang rakus dan angkara murka. Dari bencana di NTT kita evaluasi lagi emisi karbon akibat ulah kita selama ini. Mungkin perlu mempertimbangkan pola-pola hidup baru yang lebih ramah lingkungan.

Posting Komentar untuk "Duka untuk NTT yang terdampak bencana siklon tropis seroja ( dan sebuah refleksi)"

Berlangganan via Email