Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pembahasan RDTK Borong Manggarai Timur

Membahas Rencana Detail Tata Kota (RDTK) jauh lebih sulit dari pada bermain game Sims City. Banyak faktor yang harus diperhatikan dan disiplin ilmu yang harus dipelajari. Kota Borong merupakan Ibukota Manggarai Timur yang baru mekar tahun 2007.  Sangat menarik untuk merencanakan sebuah tata kota karena ini merupakan pengalaman pertama bagi saya.
Dari dinas perhubungan memberikan telaah tentang jaringan jalan, keberadaan bandar udara dan pelabuhan laut. Dari Badan Lingkunga Hidup memberikan pokok bahasan dari aspek drainase, pembuangan sampah, dan kawasan konservasi. Lainnya menelaah tentang kawasan-kawasan yang harus ditata sperti kawasan pemukiman, ruang publlik, pendidikan dan sebagainya. Adapun dari saya tadi menyoroti hal-hal sbb:
 
  1. Melihat topografi yang berbukit hingga 35%, relief 40% dan hanya 25% yg agak landai, maka perencanaan infrastruktur air harus benar-benar hati-hati. Karena apabila salah dalam perencanaan maka malapetaka akan mengintai.
  2. Perlu dipertimbangan peta geologi dan peta CAT (Cekungan Air Tanah) untuk menentukan dimana zona imbuhan dan zona pengambilan shg potensi sumber daya air bisa dioptimalkan pengelolaannya.
  3. Untuk menerapkan Zero Delta Q, bisa memasukkan dalam IMB aturan tentang pembangunan resapan air ditiap bangunan. Apabila suatu kawasan semua kedap air maka pada saat hujan akan terjadi run-off sejumlah intensitas hujan dikali dengan luas kawasan tersebut.
  4. Potensi sungai dan pantai hendaknya bisa dikelola lebih optimal untuk kesejahteraan masyarakat, dan tidak hanya beberapa gelintir investor. Jangan sampai Kota Borong dibangun membelakangi laut (seperti di Kupang).
Ide-ide ini cukup dipertimbangkan oleh beberapa pihak, jadi point lagi untuk saya, hehe...
 
Satu hal lagi, tadi seseorang dari Bapeda memberikan masukan yang mungkin harus saya catat, yaitu, diminta Pemda untuk meminta file SHP dari konsultan dan melakukan "super inpus" untuk menganalisis secara menyeluruh. SAya baru dengar istilah itu, pasti dari GIS, tapi yang jelas adalah, melakukan Overlay peta Topografi dengan peta-peta tematik lain seperti kawasan konservasi, peta sungai,  untuk melihat apakah perencanaan tata kota telah sesuai. "Super Inpus", tulisannya masih harus saya cek lagi, karena memang belum tau, barang apa itu...

Posting Komentar untuk "Pembahasan RDTK Borong Manggarai Timur"

Berlangganan via Email