Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PERJALANAN ANAK GAGAK MENJADI GAGAK (Tentang Rezeki Allah)

~Dari tausyiah DR. Amr Khalid~

Bismillahirrahmaanirrahiim,

Seorang ulama dari Suriah menceritakan kepadaku tentang do'a yg selalu ia lantunkan. Ia selalu mengucapkan do'a seperti ini: "Ya Allah, berilah aku rezeki sebagaimana Engkau memberi rezeki kpd bughats".

APAKAH BUGHATS itu...? Dan BAGAIMANA KISAHNYA......?
"Bughats" adalah anak burung gagak yang baru menetas. Burung gagak ketika mengerami telurnya akan menetas mengeluarkan anak yang disebut "BUGHAT". Ketika sudah besar dia menjadi gagak (Namanya GURAB ). APA PERBEDAAN BUGHAT dan GURAB.....?

Telah terbukti secara ilmiah, anak burung gagak ketika baru menetas warnanya BUKAN HITAM seperti induknya, karena ia lahir tanpa bulu. Kulitnya berwarna PUTIH. Di saat induknya  menyaksikannya, ia tdk terima itu anaknya, hingga ia tidak mau memberi makan dan minum, lalu mengintainya dari kejauhan saja.

Anak burung kecil malang yg baru keluar dari telur itu tidak mempunyai kemampuan utk banyak bergerak, apalagi untuk terbang. Lalu bagaimana ia makan & minum? dia tdk mempunyai rezeki, siapa yg memberi dia rezeki? Karena induknya tdk mau memberi ia makan, sebab warnanya putih.

Allah Yang Maha Kuasa & Maha Pemberi Rezeki yg menanggung rezekinya, karena Dialah yg telah menciptakannya. Allah menciptakan bau tertentu yg keluar dari tubuh anak gagak yg dapat mengundang datangnya serangga ke sarangnya. Lalu berbagai macam ulat & serangga berdatangan sesuai dgn kebutuhan anak gagak, dan ia pun memakannya. Keadaannya terus seperti itu sampai
warnanya berubah menjadi hitam, karena bulunya sudah tumbuh.

Ketika itu barulah gagak mengetahui itu adalah anaknya, ia pun mau memberi makannya sampai tumbuh dewasa dan bisa terbang mencari makan sendiri. Secara otomatis aroma yg keluar dari tubuhnya pun hilang serangga-serangga tidak berdatangan lagi ke sarangnya. Dia-lah Allah, Yang Maha Pemberi Rezeki..

Sebagaimana firman ALLAH dalam surat az-Zukhruf ayat 32 "Kamilah yg membagi-bagikan penghidupan diantara mereka dlm kehidupan di dunia ini". Rezekimu akan mendatangimu di mana pun kamu berada, sebagaimana sabda Rasulullah:

"Sesungguhnya Malaikat Jibril menghembuskan di dalam perasaanku bahwa seseorang tidak akan meninggal sampai sempurna seluruh rezekinya. Ketahuilah, takutlah kepada Allah, dan perindahlah caramu meminta kepada Allah. Jangan sampai keterlambatan rezeki membuatmu mencarinya dengan
cara bermaksiat kepada Allah. Sesungguhnya tidak akan didapatkan sesuatu yang ada di sisi Allah kecuali dengan menta'atinya".

Makanya sebenarnya kurang pantas bila orang orang beriman berebut rejeki dan seringkali tidak mengindahkan halal haramnya? Naudzubillah min dzalik.

Ya Allah, Engkau Pemberi dan Penjamin Rezeki, karuniakanlah kepada kami rezeki yg halal dan barokah. Aamiin

Wallahu a'lam

Posting Komentar untuk "PERJALANAN ANAK GAGAK MENJADI GAGAK (Tentang Rezeki Allah)"

Berlangganan via Email