Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Indeks Pembangunan Desa 2014


Pemerintah menyadari bahwa paradigma pembangunan yg hanya bertumpu pada wilayah perkotaan justru meningkatkan jumlah masyarakat miskin di perkotaan. Banyak warga desa yang meninggalkan sawah ladang dan pergi mengadu nasib ke kota bahkan ke luar negeri. Studi bidang pertanian menjadi sepi peminat. Sebaliknya, jurusan teknologi informasi dan industri menjadi rebutan. Persaingan makin ketat. Mereka yang gagal dalam persaingan hidup di kota akhirnya hidup dikawasan pinggiran yang kumuh. Mau pulang kampung sudah tidak punya lagi sawah dan ternak.

Kini paradigma pembangunan beralih menuju ke basis desa. Berbagai regulasi diterbitkan untuk mendukung paradigma ini. Slogan-slogan yang dulu pernah digencarkan dg "Gerakan Kembali ke Desa (GKD)" 2 dekade yang lalu tidaklah cukup. Perlu wujud nyata berupa kebijakan2 yang mendukung pertumbuhan ekonomi di desa seperti sekarang ini.


Setidaknya ada 5 dimensi sebagai tolok ukur keberhasilan pembangunan desa:

1) Pelayanan Dasar, 
2) Kondisi  Infrastruktur, 
3) Aksesibilitas/Transportasi, 
4) Pelayanan Publik, dan 
5) Penyelenggaraan Pemerintahan.

Untuk mengukur kinerja pembangunan desa ini diterbitkanlah buku Indeks Pembangunan Desa (IPD) sebagai bahan evaluasi. Berikut ini adalah Buku IPD tahun 2014 diterbitkan setahun yg lalu, sebagai gambaran kondisi pembangunan desa di seluruh Indonesia. Silahkan utk download dibawah ini.

https://goo.gl/kxUZos (4MB, 112 halaman)

Semoga bermanfaat.

Posting Komentar untuk "Indeks Pembangunan Desa 2014"

Berlangganan via Email