Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hari Bhakti PU ke 75

Hari ini, 75 tahun yang lalu di Gedung Sate, Bandung. Dini hari, tanggal 3 Desember 1945 sepasukan tentara sekutu disertai tentara Belanda mengepung ketat Gedung Sate, yang dulu adalah Kantor Departemen Perhubungan dan Pekerjaan Umum. Dengan gagah berani, sebanyak 21 pegawai yang tergabung dalam Gerakan Pemuda PU, bertekat akan mempertahankan gedung ini. Mereka menyadari bahwa pertempuran yang mereka hadapi sangat tidak seimbang.  Belanda yang berniat menguasai kembali Indonesia bersama pasukan sekutu adalah para tentara yang profesional dan dilengkapi dengan senjata canggih. Adapun Sekutu yang telah memenangkan Perang Dunia II merasa berhak atas bekas jajahan Jepang ini.

Sekitar jam 14.00, pertempuran mereda. Dari 21 pemuda PU yang bertempur, ada 7 orang yang hilang. Satu orang luka berat dan yang lain luka-luka ringan. Baru pada bulan Agustus 1952 dilakukan pencarian di sekitar Gedung Sate, ditemukan 4 jenazah yang sudah berapa kerangka. Keempat kerangka ini kemudian dipindah di TMP Cikutra, Bandung.

inapost.com

Gedung Sate dibangun oleh Pemerintah Belanda pada 1920 dan selesai pada 1924. Awalnya, Gedung ini direncanakan menjadi salah satu bangunan di komplek pusat pemerintahan, dimana kantor di Batavia akan berpindah kesini. Tapi karena terjadi krisis, pembangunan berhenti.  Gedung yang dulu disebut sebagai Gouvernements Bedrijven ini diresmikan pada 1930 salah satunya sebagai Kantor Jawatan Pekerjaan Umum dan Pengairan.

Meskipun Indonesia telah memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Pemerintah Belanda baru mengakuinya pada 2 November1949 dengan ditandanganinya persetujuan Konferensi Meja Bundar. Berikutnya penyerahan kedaulatan dilakukan kemudian pada 27 Desember 1949.

Para Pegawai Negeri itu boleh jadi dulunya adalah ambtenar yang direkrut oleh Pemerintah Belanda. Setelah kekuasaan berpindah ke Jepang, para pegawai itu kemudian menjadi pegawai pemerintah Jepang. Namun ketika Belanda kembali ke Indonesia untuk mengambil wilayah bekas kekuasaan Jepang ini, para pegawai negeri itu telah memilih untuk setia pada negara. Bahkan mereka rela berkorban nyawa untuk mempertahankan kedaulatan negara. Sebagai abdi negara memang sepatutnya setia kepada negara bukan kepada pemerintah, apalagi pemerintah yang tidak sah.

Salam cinta untuk para pahlawan yang telah gugur membela negara, namamu akan harum selama-lamanya. Smoga Allah menempatkan mereka di tempat paling mulia di sisi Allah SWT. Amiin.

Posting Komentar untuk "Hari Bhakti PU ke 75"

Berlangganan via Email