Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Memanfaatkan atau Dimanfaatkan Teknologi

 

Ketika berada di ruang tunggu sebuah jasa cuci mobil,  sebuah mobil putih,  yang menurutku tidak terlalu kotor, masuk ke area parkir.  Seorang wanita cantik beratribut sebuah bank plat merah keluar dari mobil itu. Aku pastikan mobilnya plat hitam. Setelah memberikan kunci pada seorang petugas, dia duduk di sebelahku.  Melihat penampilannya aku menduga, dia pasti punya posisi. Tak lama kemudian dia mengeluarkan tablet dengan ukuran kurang lebih 10 inch. Saat itu belum banyak orang punya tablet, sehingga dalam hati aku sempat bergumam, "wow!".

 

Tablet adalah barang mahal saat itu. Dalam benakku beranggapan, orang punya tablet pastilah orang sibuk. Demikian juga  yang aku lihat pada wanita cantik ini. Dengan muka serius dia memainkan jarinya di layar tablet.  Penasaran aku lirik layarnya, ternyata dia sedang membuka-buka sebuah situs portal berita. Wah, hebat.  Mungkin dia harus curi-curi waktu untuk bisa update berita.

 

Tidak lama waktu berselang, terlihat dia lebih cepat memainkan jarinya.  Mukanya juga terlihat lebih serius.  Sekilas layar tampak warna-wani, dan ketika aku lihat lebih detil, ternyata sebuah permainan bola. Dia main game. Sampai satu jam lebih menunggu mobil dicuci, dia masih memainkan game yang sama. Yaaah..

 

Saat ini, tablet sudah jadi barang murah. Apalagi dengan banjirnya produk-produk dari China, tablet bisa dibeli dengan harga sekitar 1 juta-an saja. Oleh karena itu, semakin banyak pula orang  yang memiliki tablet bahkan tak ketinggalan juga anak-anak.  Tapi apa arti penting  kepemilikan tablet bagi mereka? Sekelumit cerita diatas hanyalah contoh. Sebagian besar orang yang membuka tablet hanyalah bermain game, facebook dan kegiatan having fun lainnya.

 

Penjualan tablet di Indonesia hingga Oktober 2013 ini sudah mencapai 1,3 juta unit. Pada akhir tahun 2013 diprediksi bakal terjual 2 juta unit tablet (lihat http://goo.gl/RZnqTn) . Angka ini membuat Indonesia menduduki peringkat pertama di Asia Tenggara dalam penjualan tablet. Mayoritas tablet adalah berbasis android. Menurut Heri Setiadi Wibowo, seorang pakar dan pengamat teknologi, Pasar Indonesia ini adalah pasar yang unik. Jika kita lihat pendapatan per kapita kita memang tidak tinggi, namun untuk membeli gadget dengan harga tinggi negara kita mencatatkan pertumbuhan yang signifikan.

 

Pengguna blackberry  di Indonesia juga sempat menduduki ranking tertinggi dunia, yaitu mencapai 13 juta pengguna (HarianTI.com). Setelah penjualan blackberry mengalami penurunan, kini giliran angka penjualan tablet mulai merangkak naik. Tahun 2012 saja, peningkatan sebesar 120% dari tahun sebelumnya, dimana produk China belum banyak seperti sekarang . Apakah jumlah pengguna tablet  nanti akan sebanyak pendahulunya, blackberry?

 

Teknologi memang  sangat membantu dalam kebutuhan sehari-hari dan meningkatkan produktifitas.  Penemuan komputer misalnya, telah mengubah wajah dunia.  Tapi di sisi lain, produk-produk teknologi juga meningkatkan konsumerisme. Negara-negara sedang berkembang menjadi pasar yang empuk bagi raksasa-raksasa teknologi. Mereka menangguk untung besar. Tapi bagi negara-negara sasaran penjualan, seringkali bukan produktifitas yang didapat akan tetapi sebaliknya, malah menguras sumber daya masyarakat.  

 

Masyarakat harus bijak dalam hal pemanfaatan teknologi informasi. Mungkin dengan adanya gadget yang murah meriah, banyak yang mampu membelinya. Pertanyaannya adalah, dengan device tersebut, apakah kita bisa memanfaatkan atau sebenarnya kita yang "dimanfaatkan"?

Posting Komentar untuk "Memanfaatkan atau Dimanfaatkan Teknologi"

Berlangganan via Email