Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pemerintah Republik Lele

 

Bagi yang pernah budidaya lele pasti tahu, lele adalah binatang yang kanibal. Mereka bisa memakan temannya sendiri. Tentunya akan memilih yang ukurannya lebih kecil agar tidak perlu battle atau pertarungan hidup mati satu lawan satu. Dengan ukuran tubuh lawannya yang kecil yang terjadi hanyalah "Hap!".   Habis perkara dan kasus ditutup! Untuk itulah, Pemerintah Republik Lele perlu menjaga agar sedapat mungkin tidak ada lele yang kelewat besar dari yang lain karena nanti mereka bisa memakan teman-temannya sendiri.

Agar tidak terjadi monopoli pakan, maka Pemerintah Republik Lele memberikan pakan secara tersebar. Inilah yang disebut iklim persaingan yang sehat. Strategi pemerataan dilakukan, yaitu dengan membuat sebuah lemparan pakan yang agak jauh sehingga ada ruang bagi mereka untuk berlomba. Pada saat sekelompok "lele cepat" sampai duluan di lokasi pakan, Pemerintah Republik Lele segera menebar pakan kembali di lokasi dimana beberapa "Lele Lambat" kalah bersaing. Harapannya, "lele lambat" tetap dapat kebagian karena lokasi penebaran pakan sangat dekat. 

Seringkali harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Meskipun sudah ditaruh di lokasi yang lebih dekat, para "Lele Super Cepat" masih juga berhasil menyambar pakan kembali. Karena kecepatannya yang luar biasa, para "Lele Super Cepat" dalam waktu singkat badannya semakin bongsor. Beberapa "Lele Lambat" bisa berhasil mendapatkan sebagian pakannya, namun beberapa yang lain tidak mendapatkan secuilpun. Wal hasil, para "Lele Super Lambat" ini tubuhnya tidak beranjak membesar. Hingga suatu hari yang naas, seekor "Lele Super Cepat" menyambarnya, melahap tanpa jejak. Pemerintah Republik Lele baru menyadari ketika melihat populasi warga lele berkurang drastis. Ini menunjukkan kinerja Pemerintah Republik Lele yang rendah. Setelah melakukan kajian rasio gini, ternyata ada ketimpangan kesejahteraan lele yang sangat tinggi. 

Mengingat adanya ketimpangan yang cukup besar, Pemerintah Republik Lele mengambil kebijakan. Semua populasi lele kemudian diklasifikasi, mulai dari lele mikro, lele kecil, lele menengah, yang terakhir adalah lele besar. Kebijakan yang diambil adalah, lele besar jelas harus dipisahkan. Berikutnya dilakukan penyaringan, lele yang tidak lolos lubang penyaringan harus keluar dari kolam, menuju kolam khusus. Skema pakan nanti akan berbeda.

Tinggallah lele mikro, kecil dan menengah di kolam lama. Khusus untuk lele mikro, beberapa kali diberikan "kebijakan-kebijakan khusus" agar tidak terlalu ketinggalan dengan teman-temannya yang lain. Tapi dasar mereka lelet, perlakuan khusus itu pun sering kali tidak cukup untuk menumbuhkan semangatnya untuk berjuang memperbesar ukuran tubuhnya. Bahkan yang terjadi adalah mereka terus menuntut perlakuan khusus itu. Ketika pemerintah menyerahkan ke "mekanisme pasar" sudah pasti lele mikro kecil ditumpas habis. 

Ini menurut Lele Besar lho.. Kalau menurut lele mikro, kecil dan menengah, katanya seringkali regulasi memihak lele besar. Entah kenapa, mereka tidak pernah diikutkan dalam menyusun regulasi. Sepertinya ada unsur kesengajaan agar lele besar memangsa lele kecil, yang konon dengan alasan untuk mengejar "pertumbuhan". Disisi lain, ada indikasi Pemerintah Republik Lele memang main mata dengan para lele besar. Lele kecil hanya butuh sedikit keberpihakan. Mereka berharap agar iklim berusaha tidak menguntungkan para lele besar saja.  


   




Posting Komentar untuk "Pemerintah Republik Lele"

Berlangganan via Email